Angseri, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan - Pemerintah Desa Angseri resmi mengumumkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2026 sebagai bentuk komitmen terhadap tata kelola pemerintahan yang transparan, partisipatif, dan akuntabel.
Acara penyampaian APBDes turut dihadiri jajaran perangkat desa, BPD, tokoh masyarakat, serta masyarakat desa. Dalam kesempatan itu, Kepala Desa Angseri yang tampil dengan seragam dinas putih, menegaskan pentingnya pengelolaan keuangan desa yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.
Pendapatan Desa Tahun 2026 Mencapai Rp 1.577.910.174,43
Total pendapatan Desa Angseri mencapai Rp 1,57 miliar, yang bersumber dari beberapa pos, antara lain:
-
Pendapatan Asli Desa (PADes) : Rp 1.000.000,00
-
Dana Desa (DD) : Rp 359.439.000,00
-
Bagi Hasil Pajak & Retribusi : Rp 356.883.000,00
-
Alokasi Dana Desa (ADD) : Rp 561.120.000,00
-
Bantuan Keuangan Provinsi : Rp 135.000.000,00
-
Bantuan Keuangan Kabupaten : Rp 154.200.000,00
-
Pendapatan Lain-lain : Rp 10.268.174,43
Pendapatan tersebut akan menjadi basis pembiayaan program strategis, pelayanan masyarakat, serta pembangunan fisik dan nonfisik di Desa Angseri.
Belanja Desa Tahun 2026: Rp 1.839.883.853,03
Belanja Desa Angseri mencapai Rp 1,83 miliar, dengan alokasi sebagai berikut:
-
๐ Penyelenggaraan Pemerintahan Desa : Rp 1.044.169.873,45
-
๐ Pelaksanaan Pembangunan Desa : Rp 446.986.695,00
-
๐ค Pembinaan Kemasyarakatan : Rp 224.656.000,00
-
๐ Pemberdayaan Masyarakat : Rp 96.486.000,00
-
๐จ Penanggulangan Bencana / Darurat / Mendesak : Rp 27.585.284,58
Alokasi terbesar masih berada pada sektor penyelenggaraan pemerintahan desa, disusul pembangunan infrastruktur dan pembinaan masyarakat.
Pembiayaan Desa Seimbang
Pada aspek pembiayaan desa, tercatat:
-
Penerimaan Pembiayaan : Rp 261.973.678,60
-
Pengeluaran Pembiayaan : Rp 261.973.678,60
-
SILPA Tahun Berjalan : Rp 0
Hal ini menggambarkan bahwa proses pembiayaan Desa Angseri pada tahun anggaran 2026 berada dalam kondisi seimbang, tanpa menyisakan SILPA.
Prioritas Penggunaan Dana Desa 2026
Pemerintah Desa Angseri juga menetapkan sejumlah program prioritas yang didanai melalui Dana Desa, di antaranya:
โ Penanganan Kemiskinan Ekstrem (BLT Desa): Rp 14.400.000
โ Desa Tangguh Iklim & Bencana: Rp 18.600.000
โ Layanan Dasar Kesehatan & Penanganan Stunting: Rp 203.879.400
โ Ketahanan Pangan, Energi & Lembaga Ekonomi Desa: Rp 96.486.000
โ Pembangunan & Pemeliharaan Infrastruktur Desa (PKTD): Rp 20.250.000
โ Infrastruktur Digital & Teknologi Desa: Rp 30.414.600
โ Program Prioritas Lainnya: Rp 42.209.000
Fokus program tahun ini mencakup pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, peningkatan layanan kesehatan, pembangunan infrastruktur, serta modernisasi desa berbasis digital.
APBDes 2026 Pelaksanaan
Realisasi | Anggaran
Pendapatan Desa
Rp 790.733.821,45 | Rp 1.577.910.174,43
Belanja Desa
Rp 549.811.980,00 | Rp 1.841.883.853,03
Pembiayaan Desa
Rp 261.973.678,60 | Rp 261.973.678,60
APBDes 2026 Pendapatan
Realisasi | Anggaran
Hasil Usaha Desa
Rp 3.000.000,00 | Rp 1.000.000,00
Dana Desa
Rp 359.439.000,00 | Rp 359.439.000,00
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi Desa
Rp 67.994.000,00 | Rp 356.883.000,00
Alokasi Dana Desa
Rp 280.200.000,00 | Rp 561.120.000,00
Bantuan Keuangan Provinsi Desa
Rp 15.000.000,00 | Rp 135.000.000,00
Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota Desa
Rp 57.300.000,00 | Rp 154.200.000,00
Bunga Bank Desa
Rp 2.225.821,45 | Rp 10.268.174,43
APBDes 2026 Pembelanjaan
Realisasi | Anggaran
Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp 378.739.270,00 | Rp 1.046.169.873,45
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp 160.902.710,00 | Rp 446.986.695,00
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa
Rp 2.970.000,00 | Rp 224.656.000,00
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa
Rp 0,00 | Rp 96.486.000,00
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp 7.200.000,00 | Rp 27.585.284,58
Komitmen Pemerintah Desa: Transparan & Partisipatif
Dalam penutupannya, Kepala Desa menyampaikan bahwa Pemerintah Desa Angseri berkomitmen menjaga prinsip:
"Transparan — Partisipatif — Akuntabel"
serta terus mendorong masyarakat untuk aktif dalam proses pembangunan desa.